Cara Menentukan Debit Kredit Suatu Transaksi


Suatu transaksi dicatat ke dalam rekening dengan menerapkan aturan pendebit dan pengkreditan suatu rekening. Oleh karena itu sebelum melakukan pencatatan kedalam suatu rekening sebaiknya setiap transaksi selalu dianalisis terlebih dahulu. Urut-urutan yang harus diikuti untuk meneliti setiap transaksi adalah sebagai berikut :

  1. Tentukan pengaruh transaksi terhadap penambahan (pengurangan) aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan biaya.
  2. Tentukan rekening yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut. Gunakan bagan rekening untuk menentukan rekening-rekening yang dipengaruhi oleh transaksi
  3. Tentukan apakah sebagai akibat adanya transaksi tadi perkiraan tersebut harus didebit atau dikredit. Gunakan aturan pendebitan dan pengkreditan. Tentukan jumlah yang harus didebit dan dikredit.
  4. Jumlah debit dan kredit dicatat dalam rekening yang bersangkutan.

Contoh penentuan debit kredit dalam transaksi :

Tanggal 1 September 2017

Tuan David menyerahkan kas sebesar Rp. 15.000.000 sebagai modal pertamanya.

Analisa : Kas Bertambah, modal bertambah
Berpedoman dari bagan penentuan debit kredit diatas, maka kita akan mencatat jurnalnya sebagai berikut :

Kas (Debit) Rp. 15.000.000,-
Modal (Kredit) Rp. 15.000.000,-

Tanggal 2 September 2017

Perusahaan membeli peralatan kantor berupa meja dan lemari kantor dengan harga Rp. 5.000.000 dengan membayar uang muka sebesar Rp. 2.000.000.
Analisa : Peralatan kantor bertambah, kas berkurang, hutang bertambah.
Maka jurnalnya sebagai berikut :

Peralatan Kantor (Debit) Rp. 5.000.000,-

Kas (Kredit) Rp. 2.000.000,-

Hutang (Kredit) Rp. 3.000.000,-

Kesimpulan :

Suatu transaksi paling tidak akan mempengaruhi dua rekening. Apabila suatu rekening di debit maka rekening lainnya dikredit, dengan demikian akan terpelihara suatu keseimbangan debit dan kredit.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *