Pengertian Piutang

Piutang merupakan salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang timbul akibat adanya penjualan barang dan jasa atau pemberian kredit terhadap debitur yang pembayaran pada umumnya diberikan dalam tempo 30 hari (tiga puluh hari) sampai dengan 90 hari (sembilan puluh hari).

Sederhananya, piutang adalah hutang-hutang dari pelanggan yang muncul akibat adanya penjualan berupa barang maupun jasa yang bersifat kredit.

Bagi perusahaan yang masih menjalankan pencatatan transaksi harian secara manual, akan sulit mencatat dan mengingat pelanggan mana saja yang masih memiliki saldo piutang (pelanggan yang belum membayar/melunasi). Sering Kami temukan pelanggan-pelanggan yang masih menggunakan metode pencatatan piutang secara manual menggunakan Ms. Excel. Pada saat migrasi beralih menggunakan program, ditemukan masih banyak saldo piutang pelanggan yang sudah jatuh tempo tapi belum ditagih/belum terbayar. Hal ini pastinya akan menggangu cash flow perusahaan dimana nilai penjualan yang tinggi tidak sebanding dengan penerimaan pembayaran piutang.

Berbeda dengan perusahaan yang sudah menggunakan alat bantu pencatatan berupa program keuangan dan bisnis. Pada saat terjadi penjualan, pengguna cukup melakukan input transaksi penjualan kredit. Secara otomatis, program akan membentuk jurnal penjualan, daftar piutang serta laporan mutasi piutang per pelanggan.

Keuntungan menggunakan program keuangan dan bisnis dalam mengelola piutang adalah sebagai berikut :

  1. Transaksi penjualan baik yang bersifat kredit maupun tunai akan secara otomatis membentuk jurnal, laporan penjualan per pelanggan dan laporan laba rugi perusahaan
  2. Transaksi penjualan yang bersifat kredit juga akan secara otomatis membentuk daftar piutang dan mutasi piutang
  3. Seluruh informasi penjualan akan mudah diakses secara realtime oleh bagian-bagian terkait, seperti bagian penjualan, penagihan dan tentunya bagian keuangan (kasir) sebagai bagian yang mencatat penerima dana perusahaan.
  4. Adanya analisa dan remider umur piutang yang memudahkan perusahaan menganalisa berapa jumlah piutang yang telah jatuh tempo dan siap untuk ditagihkan
  5. Staf penjualan tidak lagi membuat buku catatan manual yang nantinya harus diberikan kepada bagian-bagian terkait seperti; kebagian penagihan untuk membuat rekap piutang yang harus ditagih, kebagian keuangan untuk mencatat penerimaan apabila terjadi pembayaran piutang dan kebagian akunting untuk membuat jurnal dan buku besar


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *