BoA Online

Solusi Terbaik untuk Perusahaan Kontraktor – Panduan Lengkap & Studi Kasus

Temukan solusi terbaik untuk perusahaan kontraktor dalam mengelola keuangan proyek, pemakaian material, hutang/piutang, dan laporan laba rugi real-time.

1. Pengantar

Dalam dunia konstruksi dan proyek, perusahaan kontraktor menghadapi tantangan yang sangat kompleks antara lain;

Jika sistem akuntansi yang digunakan masih manual, berbasis spreadsheet (Ms. Excel) atau tersentral, besar kemungkinan terjadi kesalahan pencatatan, kehilangan data, piutang menumpuk, bahkan kerugian proyek tanpa disadari.

Software akuntansi khusus untuk kontraktor bisa menjadi game changer yang bisa dengan mudah menggabungkan aspek keuangan, stok material, proyek, dan pelaporan menjadi satu sistem terpadu.

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan panduan menyeluruh bagaimana memilih dan mengimplementasikan software akuntansi kontraktor. Artikel ini sangat cocok untuk dibaca dan dipelajari oleh pemilik perusahaan kontraktor (skala kecil menengah hingga besar), manajer proyek, bagian keuangan, dan konsultan inovasi usaha yang ingin mendigitalisasi operasi keuangan konstruksi.

2. Tantangan Keuangan & Operasional di Perusahaan Kontraktor

Sebelum membahas solusi, penting memahami masalah-masalah yang kerap muncul di perusahaan kontraktor :

2.1. Penggunaan Material yang Tak Terpantau Secara Detail

Sering terjadi pemakaian bahan material yang dicatat secara estimasi berdasarkan feeling atau laporan manual langsung di lapangan. Akibatnya, terjadi selisih stok, pemborosan material, atau pembelian ganda.

2.2. Sulitnya Melakukan Analisis Laba Rugi Tiap Proyek

Banyak kontraktor masih menghitung laba rugi secara agregat (gabungan semua proyek), sehingga proyek yang merugi bisa “tertutup” oleh proyek yang menguntungkan. Padahal, keputusan penting bisa diambil jika diketahui proyek mana yang bleeding cost-nya tinggi.

2.3. Hutang & Piutang yang Tergelincir

Dalam proyek, ada pemasok, vendor, subkontraktor, dan pelanggan yang melakukan pembayaran bertahap. Jika tidak dikelola dengan sistem umur hutang/piutang, bisa muncul piutang tak tertagih, atau pembayaran terlambat merugikan arus kas.

2.4. Multi Lokasi, Multi Gudang, Multi Pengguna

Proyek bisa berada di lokasi yang jauh dari kantor pusat, dengan gudang material lokal, stok berbeda per lokasi, dan tim yang mengakses sistem dari berbagai tempat. Sistem akuntansi generik mungkin tidak mendukung skenario multi lokasi/gudang dengan baik.

2.5. Real-time / Delay Data

Jika laporan keuangan atau stok material baru diperbarui mingguan atau bulanan, maka manajemen tidak bisa membuat keputusan cepat. Untuk kontraktor, keputusan keuangan cepat bisa menentukan apakah proyek akan tetap sehat atau kolaps.

2.6. Integrasi Antara Modul Keuangan, Proyek & Stok

Kadang sistem akuntansi hanya fokus ke aspek keuangan (bukukan) tanpa integrasi ke modul proyek atau stok, sehingga data harus ditransfer manual antar sistem sehingga rawan human error, data tidak sinkron. Karena itu, kebutuhan solusi akuntansi khusus kontraktor sangatlah mendesak.

3. Kebutuhan Sistem Akuntansi Khusus untuk Kontraktor

Untuk mengatasi tantangan di atas, sistem akuntansi pilihan bagi kontraktor harus memenuhi beberapa kebutuhan spesifik:

Sistem yang tidak mendukung kebutuhan di atas kemungkinan besar akan menemui kendala saat implementasi dan operasional.

4. Fitur Kunci dalam Software Akuntansi Kontraktor

4.1. Laporan Laba Rugi Per Proyek

Dengan fitur ini, perusahaan bisa mengetahui proyek mana yang memberikan margin kotor terbaik, mana yang mengalami pembengkakan biaya, dan segera mengambil tindakan.

Manfaatnya:

4.2. Pengelolaan Stok / Material Per Proyek

Fitur ini berfungsi untuk mencatat stok keluar/masuk per proyek, per lokasi

Keunggulan:

4.3. Analisis Hutang & Piutang / Umur Hutang & Piutang

Fitur ini memberikan:

4.4. Multi User & Multi Gudang

Yang harus digarisbawahi adalah, software harus memiliki kemampuan multi user & multi gudang sebagai modal penting.

Artinya:

4.5. Laporan Real-time / Dashboard

Dashboard real-time memberikan:

4.6. Cetak & Kirim Invoice / Tagihan

Manfaat:

4.7. Otomatisasi & Integrasi Modul

Modul-modul akuntansi / proyek / stok / hutang harus terintegrasi agar input satu kali bisa memicu perubahan di modul terkait. Misalnya: pencatatan material keluar → stok otomatis berkurang & beban proyek otomatis bertambah.

5. Studi Kasus

PT Konstruksi Nusantara memiliki 3 proyek di kota berbeda (Jakarta, Bandung, Surabaya). Sebelumnya mereka mencatat stok material secara manual di tiap lokasi, mengirim laporan mingguan via spreadsheet (Excel) ke kantor pusat. Beberapa barang hilang atau tercatat ganda, dan akhirnya laporan keuangan terlambat.

Menghadapi kondisi seperti ini, manajemen perusahaan akhirnya memutuskan untuk menggunakan software akuntansi. Setelah melewati masa implementasi selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya manajemen bisa bernafas lega.

  1. Tim proyek di Bandung langsung mencatat material keluar di aplikasi, stok gudang Bandung otomatis berubah.
  2. Sistem otomatis mengalokasikan beban material ke proyek yang bersangkutan.
  3. Kantor pusat, melalui dashboard real-time, bisa melihat perkembangan laba/rugi tiap proyek dalam hitungan jam.
  4. Tim keuangan bisa langsung melihat akun hutang & piutang lokal, dengan analisis umur, sehingga bisa mengejar piutang yang hampir lewat jatuh tempo.
  5. Invoice pembayaran milestone proyek langsung dicetak & dikirim dari sistem, memudahkan konsistensi dan audit.

Hasilnya: efisiensi operasional meningkat, kesalahan pencatatan menurun, pengambilan keputusan jadi lebih cepat.

6. Tips Memilih Software Akuntansi untuk Kontraktor

Berikut tips dan checklist agar Anda bisa memilih sistem terbaik yang sesuai dengan skala perusahaan Anda:

KriteriaPertanyaan yang Harus Dijawab
Kesesuaian fitur dengan kebutuhan proyekApakah sistem punya modul proyek, stok per proyek, multi gudang?
Kemampuan analisis & pelaporanApakah bisa menghasilkan laporan laba/rugi & KPI per proyek?
Akses real-time & berbasis cloudDapatkah sistem diakses dari lokasi proyek via web / seluler?
Fleksibilitas & skalabilitasApakah sistem dapat menambah modul / jumlah proyek / pengguna tanpa migrasi besar?
Kemudahan penggunaan & UI / UXApakah antarmuka intuitif, training ringan?
Hak akses & keamanan dataApakah ada kontrol akses, enkripsi, backup rutin?
Dukungan & layanan purna jualApakah vendor menyediakan pelatihan, support, update berkala?
Integrasi dengan sistem lainApakah bisa impor / ekspor data (Excel, API) ke sistem lain?
Harga & model lisensiApakah biaya bulanan / tahunan, biaya tambahan modul, biaya pengguna?

Yang terakhir, selalu minta demo, uji coba (trial), dan libatkan tim pengguna (lapangan, keuangan) dalam penilaian.

7. Implementasi Sistem: Langkah Demi Langkah

Jika Anda belum menemukan sistem/software yang tepat dan menginginkan implementasi berjalan mulus, Anda bisa mengikuti langkah berikut:

  1. Analisis Kebutuhan & Inventarisasi
    • Daftar semua proses bisnis (pencatatan stok, invoicing, hutang/piutang, proyek)
    • Identifikasi pain point dan gap dari sistem lama
  2. Pemilihan Vendor
    • Bandingkan beberapa vendor berdasarkan fitur, harga, referensi klien
    • Minta demo & uji coba
  3. Persiapan Data & Migrasi
    • Bersihkan data lama (stok, saldo awal, piutang, hutang)
    • Definisikan akun proyek, gudang, pengguna
  4. Pelatihan & Uji Coba Internal
    • Latih pengguna dari berbagai level (lapangan, keuangan, manajemen)
    • Jalankan pilot proyek kecil dulu
  5. Go-Live & Monitoring
    • Mulai operasional penuh
    • Pantau bug, feedback pengguna, delay, kesalahan awal
  6. Evaluasi & Penyesuaian
    • Analisis penggunaan sistem selama 1–3 bulan
    • Minta masukan pengguna & lakukan perbaikan
  7. Pemeliharaan & Update
    • Pastikan vendor melakukan update fitur & keamanan
    • Backup data rutin

Dengan langkah sistematis, risiko kegagalan implementasi dapat diminimalkan.

8. Hambatan Umum & Cara Mengatasinya

Walau sistem yang baik sudah dipilih, beberapa hambatan sering muncul:

9. Kesimpulan

Perusahaan kontraktor yang ingin tetap kompetitif harus memiliki sistem akuntansi yang tidak hanya mencatat angka tetapi juga menjadi sumber insight operasional. Fitur seperti laporan laba rugi per proyek, pengelolaan stok per lokasi, sistem umur hutang/piutang, multi gudang & pengguna — semua adalah elemen penting.

Spreadsheet excel itu bagus bagi perusahaan kontraktor pemula dimana proyek masih sedikit, masih bisa dihandle, pemakaian materian juga masih bisa dikontrol. Tapi saat skala perusahaan Anda sudah mulai membesar sebaiknya mulai berfikir untuk menggunakan software yang lebih powerful demi kelangsungan bisnis perusahaan.

BoA Online adalah solusi software akuntansi yang sangat bisa membantu Anda mengelola pembukuan usaha kontraktor. BoA Online sudah digunakan oleh lebih dari 100 perusahaan kontraktor skala menengah dan besar.

software akuntansi perusahaan kontraktor
Coba Gratis Software Akuntansi Online Perusahaan Kontraktor – BoA Online

Baca juga: Strategi Penting Perusahaan Jasa Kontraktor

Baca juga: RAB Tepat, Profit Melesat

Exit mobile version