Contoh Laporan Keuangan Batching Plant

Laporan keuangan batching plant sangat penting dimiliki agar perusahaan dapat menganalisa seberapa efektif dan efisiennya biaya-biaya operasional dan biaya produksi seperti; biaya pemakaian material bahan baku, pemakaian bahan pembantu serta biaya non material lainnya.

Contoh laporan laba rugi per pengerjaan proyek
Laba Rugi Per Proyek Batching Plant

Definisi Batching Plant

Definisi Batching Plant adalah tempat pengolahan/pembuatan beton cor atau biasa disebut ready mix. Ready mix sendiri adalah campuran agregat dari bahan-bahan bangunan seperti semen, batu, pasir dan additive. Ready mix telah menjadi pilihan utama dalam pembuatan proyek yang bersifat struktur maupun non struktural. Dikarenakan karakteristik material penyusun beton sangat mempengaruhi kinerja beton yang dibuat.

Langkah-langkah Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Batching Plant

Berikut langkah-langkah membuat laporan keuangan perusahaan batching plant :

Mencatat Pembelian Material

Catat seluruh pembelian material secara rinci sesuai dengan yang diterima. Pastikan material yang diterima telah sesuai dengan yang telah dipesanan sebelumnya, baik jenis maupun quantity/jumlahnya. Jangan catat pembelian material produksi menjadi biaya langsung, catat terlebih dahulu sebagai persediaan. Buatkan kartu stok untuk memantau pergerakan mutasi persediaan. Biaya pemakaian material baru terjadi jika material tersebut sudah benar-benar terpakai/hilang/rusak.

Jika pembelian material dilakukan secara kredit, catat sebagai hutang sebagai dasar penyusunan penyusunan daftar hutang kepada pemasok. Buku hutang berguna untuk mengetahui mutasi hutang, kepada pemasok mana saja yang sudah atau yang tagihannya belum dibayar, sudah berapa lama (umur hutang) yang belum bayar/lunas.

Mencatat Pemakaian Material

Buat formula produksi yang tepat untuk menjaga efisiensi penggunaan material. Terbitkan SPK (Surat Perintah Kerja) yang sesuai dengan formula produksi yang telah disusun. Jika proses produksi di lapangan telah sesuai dengan formula produksi, kerugian penggunaan material bisa ditekan. Formula produksi berguna juga untuk menjaga harga jual produk batching plant selalu kompetitif, tidak kemahalan apalagi terlalu murah dari harga pasaran.

Mencatat Pengeluaran Biaya

Dalam mencatat pengeluaran harus bisa membedakan antara pengeluaran operasional kantor dengan pengeluaran yang ditujukan untuk kegiatan produksi.

Biaya Opersaional KantorBiaya Produksi
Listrik KantorListrik Ruang Produksi
Gaji Karyawan KantorUpah Pekerja Produksi
Perbaikan Kendaraan KantorPerbaikan Truck, Concrete Pump, Mesin Produksi
Perbaikan Gedung KantorPerbaikan Ruang Produksi

Mencatat Pengiriman Barang

Beberapa perusahaan batching plant sebelum menerbitkan invoice, melakukan pengiriman barang terlebih dahulu. Catat setiap pengiriman barang yang telah dilakukan, lengkapi dengan informasi Surat Jalan sebagai lampiran Invoice/tagihan mendatang.

Menerbitkan Invoice/Tagihan

Buat Invoice dan segera kirim ke pelanggan. Catat seluruh transaksi ini sebagai piutang sebagai dasar penyusunan buku piutang pelanggan. Buku piutang pelanggan berguna untuk mengetahui mutasi piutang pelanggan, siapa saja pelanggan yang sudah atau yang belum membayar tagihan, sudah berapa lama (umur piutang) pelanggan yang belum melunasi tagihan.

Mencatat Pengeluaran Atas Pembayaran Hutang Kepada Pemasok

Pembayaran hutang kepada pemasok bukan dicatat sebagai biaya melainkan dicatat sebagai pengurang nilai hutang kepada pemasok atas pembelian kredit yang terjadi sebelumnya.

Mencatat Pemasukan Atas Penerimaan Pembayaran Piutang Pelanggan

Penerimaan pembayaran piutang pelanggan bukan dicatat sebagai pendapatan atas penjualan melainkan dicatat sebagai pengurang nilai piutang pelanggan atas penjualan kredit yang terjadi sebelumnya.

Mencatat Penyesuaian Barang Hilang/Rusak/Salah Catat

Jika terdapat ketidaksesuain antara formula produksi dimana realisasi pemakaian material melebihi apa yang sudah ditentukan dalam formula produksi, catat pemakaian kelebihan material tersebut sebagai penambah biaya produksi. Jika terjadi kehilangan atau kerusakan material, catat juga sebagai penambah biaya produksi.

Agar saldo barang-barang material yang telah dicatat telah sesuai/sama dengan apa yang ada secara fisik di lapangan, lakukan stok opname setiap bulan/3 bulan/6 bulan atau minimal 1 tahun sekali.

Analisa Laporan Keuangan & Laporan Pendukung Lainnya

Analisa laporan dilakukan untuk mengetahui performa perusahaan agar keuntungan atau kerugian perusahaan dapat diketahui secara cepat sebagai dasar mengambil keputusan yang cepat dan tepat.

Hidari segala stres yang timbul karena segala hal yang berhubungan dengan laporan keuangan Anda dengan mulai menggunakan alat bantu berupa software akuntansi BoA Online sekarang juga!

Software Akuntansi Perusahaan Batching Plant

BoA Online Bantu Monitor Laba Rugi Per Pengerjaan Lebih Rapi dalam Sekali Klik!

Kontrol pemakaian bahan material dan hasil produksi ready mix secara Realtime!

Mau coba gratis BoA Online ? Silahkan klik tombol COBA GRATIS dibawah ini :

Tonton video berikut yang berisi contoh pembukuan usaha batching plant ready mix. Video membahas secara lengkap setiap transaksi harian sampai membentuk laporan keuangan (neraca, laba rugi, buku besar, cash flow, laba rugi per proyek pengerjaan) serta laporan pendukung lainnya.