Masalah Yang Dihadapi Pengusaha Bengkel Hari ini
Tanpa adanya pembukuan usaha bengkel, pengusaha akan kesulitan menilai kondisi keuangan usahanya. Berapa keuntungan harian yang didapat, berapa kas on hand yang ada sekarang, item mana yang fast moving dan slow moving dan lain sebagainya.
Menghadapi situasi seperti diatas, pengusaha bengkel harus mulai memikirkan langkah yang cepat dan tepat untuk menyusun pembukuan usaha bengkel agar tidak menimbulkan masalah kedepan harinya.
Dengan semakin banyaknya pengguna motor, semakin banyak pula peluang untuk usaha di bidang ini. Setiap tahun angka pengguna motor selalu meningkat dan bertambah. Maka, tidak heran apabila kita melihat begitu banyaknya motor yang melintas di jalan raya, sehingga menimbulkan kemacetan.
Untuk tetap bisa digunakan setiap hari, pengendara pastinya akan mencari sebuah bengkel service untuk melakukan perbaikan kendaraan atau sekedar perawatan berkala seperti ganti oli, kanvas rem, minyak rem dll.
Sebuah bengkel yang ramai dikunjungi pelanggan pastinya tidak hanya yang menyediakan jasa service dengan teknisi (montir) yang cakap saja, sebuah bengkel harus bisa menyediakan suku cadang (spare part) yang lengkap agar pelanggan dapat dilayani dengan cepat dan memuaskan.
Dengan tersedianya beragam jenis suku cadang (spare part) tidak jarang membuat pusing para pengusaha bengkel itu sendiri. Selain harus melakukan pembelian dan penjualan, pengusaha harus memiliki catatan kapan barang tersebut masuk, kapan barang dipakai, berapa sisa stok yang masih disimpan digudang dll. Bayangkan jika seluruh kegiatan pencatatan ini masih dilakukan secara manual.
Yang DIlakukan Pengusaha Bengkel Modern
Hal ini tidak dialami oleh pengusaha bengkel modern, karena mereka sudah menerapkan pembukuan yang sudah ter-system menggunakan software. Para pengusaha setiap bulan tinggal melihat dan menganalisa laporan keuangan bengkel yang terdiri dari :
- Laporan pembelian & penjualan spare part dan accesories
- Laporan penjualan jasa service (service mesin, ganti oli dll)
- Laporan hutang supplier dan piutang pelanggan
- Laporan buku kas dan buku bank
- Laporan mutasi stock barang
- Spare part mana yang paling laku (fast moving stock)
- Spare part mana yang pergerakan penjualannya lambat (slow moving stock)
- Spare part mana yang sudah mencapai stok minimum
- Sampai ke laporan keuangan usaha (neraca, laba rugi, buku besar dan jurnal)
Yang pada akhirnya laporan-laporan ini bisa dijadikan bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan bisnis selanjutnya demi kemajuan usaha bengkel yang sedang dijalankan.
Kesimpulan
Mengelola stok dan penjualan bukan lagi tantangan besar jika bisnis menggunakan akuntansi digital. Dengan sistem yang terintegrasi, otomatis, dan real-time, pemilik bisnis bisa menghemat waktu, mengurangi risiko kesalahan, serta meningkatkan keuntungan.
Software BoA Online hadir untuk menjawab kebutuhan bisnis perdagangan dan distributor dengan fitur lengkap, sederhana, dan terjangkau. Jika Anda ingin bisnis lebih efisien dan profit meningkat, kini saatnya beralih ke akuntansi digital dengan BoA Online.

E-book Pembukuan Usaha Bengkel
Download e-book Pembukuan Usaha Bengkel Disini
Baca juga:
Strategi Mengelola Stok dan Penjualan Dengan Akuntansi Digital

good article, easy to understand and very interesting to read.