Cara Menyusun Laporan Keuangan


Output dari seluruh kegiatan akuntansi adalah laporan keuangan (financial statement). Financial statement berfungsi untuk menilai hasil kinerja perusahaan dalam satu periode. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia melalui PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No 1 (2007:7), laporan keuangan harus memiliki 4 karakteristik kualitatif; dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat dibandingkan.

Jenis-jenis laporan keuangan terdiri dari :

Laporan Neraca
Laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu. Sesuai standard akuntansi yang berlaku di Indonesia, laporan neraca harus berisi unsur harta, kewajiban dan modal. Dalam persamaan akuntansi neraca digambarkan :
Harta = Kewajiban + Modal

Laporan Laba Rugi
Laporan yang menunjukkan besarnya pendapatan dikurangi biaya-biaya. Jika pendapatan lebih besar daripada biaya, artinya perusahaan Anda mengalami keuntungan (laba). Sebaliknya jika pendapatan lebih kecil dari biaya, menandakan perusahaan Anda sedang mengalami kerugian. Unsur-unsur dari laporan laba rugi adalah; pendapatan, biaya atas pendapatan, biaya operasional, pendapatan luar usaha dan pengeluaran luar usaha

Laporan Perubahan Modal
Laporan yang menunjukkan perubahan modal perusahaan. Unsur-unsur laporan perubahan modal adalah modal awal, laba ditahan, laba tahun berjalan dan prive

Laporan Arus Kas
Laporan yang menunjukkan dana yang tersedia serta gambaran mutasi dana tersebut (berapa dana masuk dan berapa dana keluar). Dengan melihat laporan ini, Anda dapat menilai apakah perusahaan sedang dalam kondisi sehat atau malah sebaliknya

Neraca Lajur
Neraca lajur atau disebut juga kertas kerja (worksheet) adalah gambaran lengkap dari seluruh pembukuan perusahaan. Didalamnya terdapat informasi yang tersusun dari kode perkiraan ril (penyusun neraca), kode akun perkiraan nominal (penyusun laba rugi) dan mutasi penyesuaian

Bagi Anda yang ingin menyusun laporan keuangan secara manual, berikut langkah-langkah yang harus dikerjakan :

1. Saldo Awal
Jika perusahaan sudah berjalan sebelum Anda mulai menyusun laporan keuangan, Anda harus mencari/mengumpulkan saldo awal terlebih dahulu. Saldo awal adalah posisi nilai akhir yang didapat dalam periode tertentu. Saldo awal berisi kode-kode perkiraan (kode akun) yang berada di neraca saja (harta, kewajiban dan modal). Sementara hasil dari pendapatan yang telah dikurangi biaya-biaya yang terjadi pada periode lalu, dijumlahkan menjadi saldo laba rugi ditahan (laba rugi tahun lalu), nilainya bisa plus atau minus.
Misal Anda ingin menyusun laporan keuangan bulan januari 2016 sementara perusahaan sudah berjalan dari bulan januari 2015, maka Anda harus menyiapkan terlebih dahulu saldo awalnya. Berapa sisa dana di kas/bank, berapa nilai piutang pelanggan yang belum terbayar, semua harus disajikan per 31 desember 2015. Saldo awal yang harus Anda siapkan adalah sebagai berikut :

  • Saldo awal akun; saldo rekening perkiraan neraca per akhir tahun
  • Saldo awal piutang; saldo tagihan kepada pelanggan yang masih belum dibayarkan
  • Saldo Awal hutang; saldo tagihan dari supplier yang masih belum dibayar
  • Saldo awal persediaan; bagi perusahaan non jasa, saldo persediaan diambil dari posisi stok/persediaan akhir tahun
  • 2. Dokumen Transaksi
    Kumpulkan terlebih dahulu dokumen-dokumen transaksi harian untuk memudahkan Anda mulai membuat jurnal untuk membentuk laporan keuangan. Dokumen transaksi disini adalah dokumen faktur penjualan, kwitansi/bon pembelian, tanda terima uang atas pembayaran dari pelanggan, bukti dana keluar untuk pembayaran ke supplier dll

    3. Membuat Jurnal
    Setelah seluruh dokumen transaksi terkumpul, lakukan pencatatan jurnal atas dokumen transaksi tersebut. Bagi Anda yang telah memahami ilmu akuntansi, pahami dan analisa terlebih dahulu dokumen-dokumen transaksi tersebut. Kedalam akun apa dan mana yang harus dicatat pada kolom debit dan kredit

    4. Membuat Buku Besar
    Buku besar adalah kumpulan dari transaksi-transaksi yang telah Anda buatkan jurnalnya masing-masing. Buku besar menampilkan mutasi dari masing-masing kode akun perkiraan

    5. Menyusun Neraca
    Setelah Anda selesai membuat buku besar, langkah selanjutnya adalah menyusun neraca saldo. Neraca saldo diambil dari total nilai (saldo akhir) masing-masing buku besar akun perkiraan harta, kewajiban dan modal

    6. Menyusun Laba Rugi
    Berbeda dengan neraca, dalam penyusunan laba rugi Anda mengambil dari total nilai (saldo akhir) masing-masing buku besar akun perkiraan pendapatan dan biaya-biaya

    7. Menyusun Perubahan Modal
    Akibat dari kegiatan transaksi harian mengakibatkan modal perusahaan menjadi berubah. Perubahan modal perusahaan diakibatkan karena adanya kenaiakan laba usaha dan atau penurunan laba usaha serta pengambilan modal dari pemilik

    8. Menyusun Arus Kas
    Rekap seluruh pengeluaran dan pendapatan yang masuk ke kas/bank dan kelompokkan menjadi 2 bagian; pendapatan dan pengeluaran. Hasilnya merupakan saldo dana perusahaan yang tersedia dalam satu periode. Baca Cara Menyusun Cash Flow

    9. Membuat Neraca Lajur
    Neraca lajur/kertas kerja (worksheet) berisi gabungan dari neraca dan laba rugi dengan menambahkan kolom saldo sebelum jurnal penyesuaian dan saldo setelah jurnal penyesuaian. Jurnal-jurnal penyesuaian muncul salah satunya karena masih ada transaksi-transaksi yang tidak ada bukti/dokumentasi secara fisik seperti; pembebanan biaya sewa, pembebanan biaya gaji, pembebanan biaya administrasi bank yang baru muncul saat Anda menerima rekening koran dari pihak bank dll

    Demikianlah langkah-langkah menyusun laporan keuangan perusahaan secara manual. Dibutuhkan ketelitian dan pemahaman akuntansi agar laporan keuangan dan laporan penunjang lainnya bisa disajikan secara tepat dan cepat sehingga Anda mengetahui secara pasti kondisi perusahaan dan strategi apa saja yang harus diambil untuk langkah selanjutnya.

    Baca Juga :
    4 Pilar Standar Akuntansi Keuangan Indonesia


    Trackbacks & Pings

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *